Ketahanan Pangan Pembesaran Ikan Lele di Kolam Terpal

 

Program Ketahanan Pangan melalui Pembesaran Ikan Lele 

BUMK berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui pengelolaan usaha produktif berbasis potensi lokal. Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan produksi, distribusi, dan ketersediaan pangan yang berkelanjutan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, BUMK mengembangkan unit usaha di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang berbasis pada potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat desa
  2. Mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah
  3. Meningkatkan pendapatan masyarakat
  4. Menciptakan lapangan kerja

BUMK telah melaksanakan kegiatan usaha di bidang ketahanan pangan melalui budidaya ikan lele, pertanian hortikultura, dan pengelolaan hasil pangan lokal. Kegiatan ini menunjukkan hasil yang positif dengan meningkatnya produksi pangan serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan usaha.

BUMK sebagai lembaga ekonomi desa memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pengelolaan sumber daya lokal secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. 

 Kebutuhan pangan masyarakat, khususnya sumber protein hewani, terus meningkat. Ikan lele menjadi salah satu komoditas yang mudah dibudidayakan, cepat panen, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Oleh karena itu, kegiatan pembesaran ikan lele melalui BUMK Mandiri Talisayan diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat desa. 

 Meningkatkan ketersediaan pangan bergizi (protein ikan) di desa Memberdayakan masyarakat melalui usaha budidaya lele Menambah pendapatan BUMK dan masyarakat Mendorong kemandirian ekonomi desa Terpenuhinya kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Membuka lapangan usaha baru Meningkatkan kesejahteraan warga Mendukung program ketahanan pangan pemerintah Dengan adanya kegiatan Ketahanan Pangan dari kementrian desa yang dananya bersumber dari Dana desa 

Rencana Kegiatan                               Kebutuhan Utama
Persiapan kolam (terpal/beton)             Kolam terpal/beton
Pengadaan benih ikan lele                     Benih lele (misal 6.000 ekor)
Pemberian pakan secara rutin               Pakan (Pelet)
Perawatan dan pengelolaan air             Obat/vitamin ikan
Panen dan pemasaran hasil                   Peralatan pendukung
Estimasi Waktu
± 2,5 – 3 bulan (hingga panen)

Hasil yang Diharapkan Produksi ikan lele siap konsumsi Peningkatan ekonomi BUMK dan masyarakat
Terciptanya usaha berkelanjutan. 

TPP berperan sebagai fasilitator dan pendamping dalam penguatan kelembagaan serta pengembangan usaha BUMK. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan pengelolaan BUMK berjalan profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Dalam pelaksanaan program pengembangan BUMK, TPP berperan aktif dalam:

  1. Memberikan pendampingan teknis dan manajerial
  2. Membantu penyusunan perencanaan usaha dan studi kelayakan
  3. Memfasilitasi peningkatan kapasitas pengelola BUMK
  4. Mendukung penguatan administrasi dan tata kelola kelembagaan
  5. Menghubungkan BUMK dengan pihak ketiga (mitra usaha, perbankan, dan pasar)

Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usaha BUMK.

TPP telah melaksanakan pendampingan kepada BUMK melalui kegiatan pembinaan rutin, fasilitasi penyusunan rencana usaha, serta monitoring dan evaluasi kegiatan usaha. Pendampingan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pengelola dan perkembangan unit usaha BUMK.

TPP memiliki peran strategis dalam mendampingi BUMK melalui penguatan kapasitas, tata kelola, dan pengembangan usaha guna mendukung kemandirian ekonomi desa. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panen Raya Perdana Semangka Program Ketahanan Pangan BUMK Amparan Tikar Kampung Dumaring

Memperkuat Sinergitas, Serta Meningkatkan Pemahaman Mengenai Peran Strategis Pendamping Desa Dalam Mendukung Program Pembangunan Desa